Home » » Mukidi Tidur Di Masjid

Mukidi Tidur Di Masjid


Seperti orang pada umumnya, Mukidi juga butuh tidur. Pada suatu malam, Mukidi memilih masjid untuk merebahkan tubuhnya yang sedikit tambun itu.

Belum sampai terlelap betul, Mukidi terbangun oleh suara orang menderes Al-Quran di sudut ruangan masjid. Mukidi merasa privasinya terganggu. Dia pun merasa punya hak untuk menegur orang itu.

Kang, suara sampean itu mengganggu orang lain dong.

Maaf kang, saya tidak berniat mengganggu sampean tidur. Niat saya baik, nderes.
AL-UMURU BI MAQASHIDIHA (SEGALA SESUATU TERGANTUNG NIATNYA).
Baik, baik! Buktinya sampean ngganggu! Lagian nderes itu enggak usah niat juga sah. Yang penting tidak ngganggu orang lain. Itu sudah cukup insyaalloh dapat ganjaran.

Santri itu merasa di sudutkan, meski diam diam membenarkan Mukidi. Namun agaknya dia tidak mau kalah. Dia balik memprotes Mukidi.

Kang, saya minta maaf karena sudah ngganggu sampean tidur. Tapi sampean juga keliru menggunakan masjid untuk tidur. Masjid itu tempat umum, sedangkan tidur urusan pribadi.

Mendenga itu Mukidi ngeloyor begitu saja. Wajahnya memerah karena malu.
|||
Share :
|||

0 komentar:

Post a Comment

 
Support : Komunitas Blogger Magetan
Copyright © 2013. Mukhlis Wibowo - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Published by Cargam Template
Proudly powered by Blogger