Mungkin Inilah Pintunya Menuju Massa Itu.

Pernah berpikir begini tidak?
Saya itu orangnya Nasionalis, Nkri dan Pancasilais.
Tapi juga agamis.

Saya paling lantang berteriak kalau ada orang yang berusaha memecah belah persatuan bangsa ini.

Saya paling tidak suka dengan orang yang suka provokator perpecahan.
Tapi saya muslim.

Saya juga tidak suka agama saya diinjak-injak.

Disebut sebagai teroris. Sumbu pendek, Dan lain sebagainya.

Apalagi di akhir ini banyak sekali kita lihat islam diperlakukan kurang adil tidak pada tempatnya.

Contoh, marilah kita ulik ... atau kita preteli satu-satu ...

1. Kasus penista agama, sudah tahu itu bukan wilayahnya main omong seenaknya.
Giliran kita bela agama kita. Malah kita dibilang anti Nkri.
Provokator. Sumbu pendek dan lain-lainya.

2. Soal warung makan yang buka disiang hari. Menimbulkan polemik. Malah ada opini yang puasa harus menghormati yang tidak puasa.

3. Banyak di media yang menunjukkan bahwa islam itu seperti ini.
Kesannya islam yang lurus itu tak bagus.
Radikal dan lain sebagainya.
Coba anda tengok postingan mereka yang ngaku islam tapi....... tahu sendiri deh.
Seperti akun dua orang yang "dihabisi" Ustadz di ILC kemarin

4. Kasus Ustadz Abdul Somad yang tidak boleh atau dihalangi ketika mau mengadakan ceramah di bali.

5. Ini yang paling ngeri. Yerusalem diklaim sebagai ibu kota israel.
Sehingga menimbulkan amarah bagi umat muslim di seluruh dunia.

Nah kalau sudah baca apa saja yang saya sebutkan tadi.

Bagaimana perasaan anda? Jikapun masih Nkri dan Pancasilais anda harus bersyukur.

Tapi kalau ada yang nganjel terus berpikir apakah semua kasus ini merupakan jalan menuju Massa itu?
Massa peperangan antar agama.

Massa batu berbicara menunjukkan orang yang tidak beriman kepada Alloh untuk kita perangi, karena dia sembunyi di balik batu itu.

Mau bagaimanapun nanti di massa itu tak ada wilayah abu-abu.

Muslim ya tetap muslim.
Kafir ya kafir.

Terus kalau sudah begini yang tidak relevan manusianya apa aturannya.

Think again.
Wassalam.

Kebenaran mutlak hanya milik Alloh.

Latest
Previous
Next Post »