Niatnya menambah modal dan cabang tapi malah diperbudak bank sampai bangkrut.

Ibarat Uang, Jika Semakin Banyak Akan Rawan Meledak

Assalamualaikum. Salam Rahayu.
Jika kamu punya teman seorang bisnismen, yang tiba-tiba moncer, buka cabang dimana-mana, beli rumah di sana sini dalam waktu singkat.

Seperti magic, bim salabim, kok bisa yaa, keren banget. Gak usah kaget, saya kasih tahu caranya.
Triknya adalah di appraisal. Yaitu nilai taksir bank pada sebuah asset bangunan.

Saya kasih contoh, sebut saja namanya Tomo. Lalu lintas rekening bank si Tomo ini cukup bagus, klo gak bagus ya digoreng aja sebulan dua bulan juga mateng kok.( Bagi yg gak tahu, Cari di google cara goreng Rekening).

Tomo melihat-lihat iklan ruko dijual koran. Dapatlah ia satu. segera dia hubungi si penjual, minta fotokopi sertifikat dan IMB. Fotokopian itu segera dia berikan pada bank dengan tulisan "saya mau beli ruko ini".
Enggak hanya satu, sepuluh bank dia masukin semua. BCA, BNI, Mandiri, BRI dll. Setelah nunggu seminggu ...

Tralalla. Setiap bank ngasih nilai ruko tersebut, dan siap mencairkan hutang untuk membelinya. Nilai tiap bank jelas beda-beda walau mereka tahu kisaran harga tanah di tempat itu, yang paling tinggi ternyata Bank BCA .Bank BCA siap menaksir ruko itu harganya 900juta (padahal kisaran harganya 400juta) dan siap mencairkan dana sebesar itu, dengan sistem pembayaranya KPR 20tahun dan bunga 1% per tahun.

Tomo lalu menghubungi pemilik ruko dan menawarnya seharga 300juta. Karena pemiliknya sedang Butuh Uang Cepet Banget Sekali (BU CPT BgT SKL) akhirnya dia setuju.

Tomo pun mengeluarkan jurus tipudaya ala Elit Global, dia bilang ke Bank bahwa dia sudah ngasih DP 600juta ke Pemilik ruko, jadi nanti ketika pencairan hanya 300juta yg ditranfer ke rekening pemilik, yg 600juta masuk ke Tomo.

Dalam perjalanan ke Bank bersama pemilik ruko, Tomo juga ngasih tahu ke pemilik ruko, bahwa nanti ada kelebihan dana 600juta yang akan dipakainya untuk modal usaha. Dia menyodorkan surat perjanjian yang harus ditandatangani. Pemilik ruko, ngi-ya-in aja, wong mau bayaran 300juta kok, dan BU CPT.

Tomo bahagia sekali, merasa untung besar besar. Cuma modal bacot aja bisa dapat 600juta kok, bisa untuk modal usaha dan kawin lagi dong.

Tempo hutangnya juga lama 20 tahun, cicilanya juga ringan.Si Bank juga senang, dapat nasabah peminjam uang. Kalao macet ya enggak apa-apa, sertifikat ada pada bank kok.
Singkat cerita, selama 3 tahun, Tomo menjalankan cara di atas. Bela-beli rumah dan toko dimana-mana. Untuk buka cabang dan usaha baru.
Padahal total hutangnya "hanya" 12 Milyar, omsetnya pun 70Milyar setahun.

Hasilnya? Bangkrut total.Bisnis utamanya Mebel Kayu juga akhirnya dibeli orang. Tomo masuk penjara.
Dari manusia bebas, lalu diperbudak hutang sampai akhirnya menjadi tahanan penjara yang kehilangan kemerdekaanya.

Pertanyaannya Kenapa Bisa Bangkrut? Ya, Karena Tidak Berkah.

Itulah Sistem bank, Membikin orang tamak dengan Uang, Tomo dengan uangnya yang banyak bisa meluapkan semua nafsu dunianya, tiap malam ngeroom, sewa pemandu lagu mahal, hingga dia lupa dengan hutang yang besar dengan bunga yang semakin membesar. Naudzubillah Min Dzalik.

Post a Comment

0 Comments